pinkvnie

MIDNIGHT BROMO

2 Komentar »

Bukan Untukku

Ada seorang perempuan dan laki yang sedang mencari jodoh. Sebut saja namanya Maya dan Zein. Mereka adalah 2 orang yang pernah kecewa oleh cinta.

Suatu hari saudara dari perempuan ini bertamu ke rumahnya. Keluarga asyik ngobrol, hingga sampailah pada topik jodoh. Dia melihat kasihan ke Maya karena tidak pernah  melihat Maya jalan sama laki-laki, berbeda dengan adiknya. Lalu dia menawarkan seorang temannya yang sama-sama pendiam seperti Maya.

Berbulan-bulan Maya menunggunya datang. Tapi tidak kunjung datang. Dari apa yang diceritakan saudaranya, laki-laki tersebut memang kriteria Maya, orangnya rajin ibadah. Dan akhirnya dia berinisiatif untuk mencari tahu sendiri laki-laki yang dimaksud saudaranya itu. Ketemulah profil laki-laki itu di sebuah medsos. Kemudian Maya meminta pertemanan dengannya.

Beberapa hari Kemudian, tiba-tiba dia datang bersama saudara Maya untuk berkenalan. Kagetlah Maya yang kebetulan saat itu baru  pulang kerja. Disinilah Maya dan Zein diperkenalkan dan bertukaran nomor telpon.

Awal ketemu, Maya merasa malu dan takut. Karena ini adalah pertama kalinya seorang laki-laki datang ke rumahnya untuk berkenalan. “Hallo…apa ini cuma khayalanku …ayo bangun Maya” ucapnya dalam hati.

Sejak itu Maya dan Zein saling menyapa lewat message HP. Zein juga selalu mengingatkannya untuk shalat malam. Betapa senangnya Maya ada yang memperhatikannya.

Mereka jarang bertemu, obrolan mereka hanya lewat telepon. Pernah beberapa kali Zein mengajak jalan tapi Mereka tidak pernah ketemu waktunya.

Beberapa bulan kemudian, Zein berniat membawa orang tuanya silaturrahmi. Senangnya Maya. Tapi ada suatu permintaan dari orang tua Maya agar dia meminta izin langsung ke orang tua Maya. Lalu datanglah Zein menemui orang tua Maya. Maya senang Zein datang, semakin yakinlah bahwa Zein adalah jodohnya.

Tetapi sejak saat itu komunikasi mereka mulai berkurang. Maya selalu mengecek HP dan berharap ada kabar dari Zein. Maya bingung ada apa dengan Zein. Lalu dia mencari tahu sendiri apa yang menjadi penyebabnya.

Setelah di cari tahu ternyata Zein sakit dan terjadi miss komunikasi, karena keduanya yang pendiam, dan akhirnya masalah tersebut selesai.

Suatu hari orang tua Zein bertemu dengan saudara Maya yang bernama Yanti, dan menanyakan bagaimana kelanjutan dari perkenalan anaknya dengan sepupunya. Karena Maya dan Zein tertutup dengan orang tuanya.

Lalu selang berapa lama Yanti menanyakan langsung ke Maya “Gimana Maya masih lanjut sama Zein? Cocok ngga sama Zein?”

“Alhamdulillah masih. Iya Maya cocok sama dia. Tapi Maya bingung ka, akhir-akhir ini Zein sulit dihubungi. Maya dan keluarga menunggu kedatangan orang tuanya. Maya malu kalau bilang langsung dan menanyakan kedatangan orang tuanya. Maya juga ingin banget main ke rumahnya dan berkenalan dengan keluarganya tapi Maya malu” ucap Maya dengan muka merah malu-malunya.

“Iy nanti kakak kasih tahu orang tuanya Zein.” Ucap saudara Maya.

Suatu hari tidak seperti biasa Maya menceritakan keinginannya kepada ibunya. Maya menceritakan khayalannya dengan semangat, kalau beberapa bulan lagi dia akan menjadi pengantin. Diam-diam Maya dan ibunya menyusun rancangan pernikahan di bulan haji dan mempersiapkan pakaian beserta assessoris dan serba serbinya yang akan dipakai saat lamaran nanti. Baju dengan warna dasar biru dengan motif kebaya bercampur warna coklat pink kesukaan Maya.

Dengan sangat gelisah Maya menanti jawaban dari saudaranya yang belum juga didapatkannya. Lalu Maya berinisiatif menanyakan langsung ke Zein tentang kelanjutannya.

Dalam waktu lama Zein baru membalas semua pertanyaan Maya. Dia ingin istikharah dulu. Itu jawabannya.

Setelah lama menunggu,  akhirnya hari penentuan itu tiba.  Zein memberi jawaban yang membuat Maya kecewa dan sedih. Khayalan tentang persiapan pernikahannya sirna sudah. Dalam jawaban istikharah Zein ditunjukkan wanita lain bukan Maya.

“Maafin Zein ya Maya,  kita belum jodoh. Jawaban istikharah menunjukkan wanita lain dan Keluarga Cocok dengannya.” Pesan Zein Dalam sebuah chat.

Dengan wajah sedih Maya membalas chat itu dengan penuh kebohongan yang menunjukkan hatinya tidak kenapa napa.

Maya sangat sedih dan kecewa. Kenapa Zein tiba-tiba menghilang dan tidak pernah memberi tahu kalau ada calon lain dari keluarganya. Kenapa Zein tidak mempertahankan Maya.

Tapi Maya sadar itu semua bukan salah Zein sepenuhnya. Maya yang malu memulai mengungkapkan perasaannya dan keinginannya terhadap Zein. Memang penyesalan itu akan datang terakhir.

Maya mempunyai impian beribadah bersama  bisa puasa sunnah dan shalat malam bersama. Tapi Semuanya sirna.

Keesokan harinya Maya bertemu dengan saudaranya itu, ternyata obrolan mereka kemarin belum sampai ke orang tuanya Zein, karena lagi sibuknya.

Mungkin ini sudah jalannya dari Allah. Maya harus berusaha melupakan dan mengikhlaskannya. Walaupun masih berharap ada sebuah keajaiban.

Inilah skenario Allah. Yakinlah skenario Allah lebih indah dari rencana manusia.. Jika kita selalu bersabar,  berdo’a dan ikhtiar.

6 Komentar »

Selamat Jalan Grandma

Beberapa minggu yang lalu kejadian 8 tahun silam terjadi lagi. Selepas selesai jam kerja handphone berdering dan terdapat nama mama dalam panggilan tersebut. Mama memintaku untuk segera pulang ke rumah ibu (nenek) karena beliau sedang sakit. Memang waktu itu ada jadwal kunjunganku ke daerah sana tapi bukan ke rumah ibu. Segera ku mengiyakan permintaan mama dan membatalkan jadwal kunjungan.

Setibanya disana kulihat ibu yang terbaring lemah dengan mulut berdzikir di sebuah kamar yang sangat luas untuk seorang diri dan kami tidak ingin mengganggu zikirnya. Kulihat mama yang kebingungan mengurus ibu seorang diri, mungkin ini yang buat mama memintaku segera kesana. Kulihat kaki ibu yang semakin bengkak sebelah dan membiru karena penyakit diabetes yang dideritanya dan sehari sebelumnya terjatuh di kamar mandi. Aku bingung harus gimana, makanan sudah tidak masuk, obat rutin yang biasa kuberikan sudah diminum. Memperlakukan luka untuk penderita diabetes juga tidak bisa sembarangan ada cara dan ahlinya. Beberapa jam kemudian omku dan istrinya datang, aku segera lari ke apotek untuk membeli obat nyeri peradangan, salep oles pereda nyeri, dan sebuah pispot karena dari siang beliau belum buang air kecil dan perutnya sudah kembung, ditakutkan beliau tidak buang air kecil karena tidak ada yang bisa menggotongnya ke kamar mandi (keadaan isi rumah perempuan semua). Tapi ternyata memang belum mau / tidak bisa buang air kecil.

Setelah kami beri obat, aku tidak kuat lagi berada di dalam kamar tersebut, kuputuskan keluar dan duduk di ruang tamu dengan mata yang sedang menahan air mata. Saat memberi obat kudengar ucapan dzikir ibu kembali yang mulai cadel seperti orang stroke, dan saat kami meminta supaya ibu buang air kecil saja di pispot kudengar ucapan ibu yang mulai tidak konsekuen dan seperti anak kecil. Di saat itu kutatap wajah ibu terlihat raut muka yang sudah tidak ada harapan. Tapi kami berusaha untuk mendapatkan harapan kesembuhan dari Allah itu, kami bujuk ibu untuk dirawat di rumah sakit dan akhirnya mau.

Jam 10 malam kami membawanya ke rumah sakit dengan meminta tolong tetangga untuk menggotong keluar dari gang sempit yang di ujungnya sana telah menanti sebuah mobil yang akan membawanya. Aku tidak ikut ke rumah sakit karena menjaga adik yang berada di rumah ibu. Aku tidak tenang menunggu kabar hingga lewat tengah malam. Ibu butuh ruang ICU karena kadar gula darahnya terlampau tinggi 799 yang bisa membuat orang anfal. Ruang ICU dan ruang perawatan di rumah sakit itu dan sekitarnya penuh semua, walhasil masih menunggu di UGD.

Jam menunjukkan pukul 01.30 pagi, akhirnya mendapatkan tempat perawatan. Disana tante melihat ibu sedang memberi salam ke kanan dan kiri “mungkin ibu sedang shalat”. Lalu mama dan tante pamit pulang dengan harapan besok sudah sembuh, tinggallah disana om dan adikku yang menjaga. Waktu sudah lewat tengah malam, aku putuskan untuk tetap menginap di rumah ibu.

Adzan subuh sudah berkumandang, aku segera bangun untuk pulang dan siap berangkat kerja. Handphone berbunyi dan aku abaikan suara itu untuk dapat segera pulang. Sesampainya di depan pintu rumah mama memberitahukan berita duka itu, ternyata suara HP itu ingin memberitahukan  berita ini. Lalu segera aku kembali ke rumah nenek untuk menunggu kedatangan jenazahnya.

Dalam tidur kekalnya dia terlihat seperti sedang tidur biasa dengan bibir tersenyum.  Banyak orang yang merasa kehilangan dirinya termasuk murid ngajinya. Aku dengar sayup-sayup obrolan mereka tidak ada guru ngaji yang seperti ibu, susah mencari guru ngaji seperti dirinya yang sangat ikhlas dalam mengajar. Beberapa hari sebelum ajal menjemput, dirinya sedang sakit tapi jiwa mengajarnya memanggilnya untuk tetap memberikan ceramah di tempatnya mengajar.

Kita semua sayang ibu tapi mungkin Allah lebih menyayanginya …

Selamat jalan ibuku … selamat jalan ustadzahku … Semoga meninggalmu khusnul khotimah dan diterima segala amal ibadahnya … Semoga disana engkau bertemu dengan suamimu yang sudah ditunggu selama 39 tahun … Banyak kenangan terindah yang sudah kulalui bersamamu …

2 Komentar »

Angka Menjebak dan Tertawa

Beberapa minggu yang lalu ada beberapa kejadian yang berhubungan dengan angka yang membuat saya terjebak dan tertawa.

Kejadian pertama terjadi saat saya mengurusi pembayaran PBB yang menunggak. Pagi hari saya menuju Kantor yang berada di belakang Kantor kecamatan Kebon Jeruk yaitu Kantor Pelayanan Pajak Daerah. Saya bermaksud untuk menanyakan kenapa selama 6 tahun ini saya tidak mendapatkan surat tagihan pembayaran PBB tahunan, berapa tunggakan yang harus kami bayar., dan bagaimana cara pembayarannya jika tidak mendapatkan surat tagihan. Sebenarnya sih telat banget saya baru mengurusi ini pasti tagihannya sudah besar karena dendanya 2 % per bulan, tapi mau bagaimana lagi saya baru tahu dan baru bisa mengurusi ini. Ini adalah pengetahuan dan pengalaman baru saya mengurusi ini.

Surat Pengganti

Seusai saya mengambil pengganti surat penagihan yang berisi jumlah pajak + dendanya pertahun, saya hanya melihat sekilas angka-angka yang tertera tiap tahunnya disana dan saya lihat disana harga pajak di tahun ini naik hampir 2 kali lipat *tepok jidat* baru tahu saya. Karena saya sedang terburu-buru mengejar waktu dan sudah janjian sama om di rumah untuk menemani saya mengambil STNK di pengadilan, saya tidak sempat memperhatikan perhitungan di kertas pengantar pembayaran pajak tersebut. Saya hanya melihat angka di akhir dari tulisan tersebut yang tertera sekitar 800 ribuan. Karena saya melihat angkanya hanya segitu, akhirnya saya putuskan Ini adalah pengetahuan dan pengalaman baru saya mengurusi ini. Ini adalah pengetahuan dan pengalaman baru saya mengurusi ini. untuk membayarkannya di Bank DKI setelah selesai mengurus STNK. Sesampainya disana saya kaget diharuskan membayar 4 kali lipatnya sedangkan saya hanya membawa uang seperti angka terakhir yang saya lihat. Akhirnya saya disarankan dan mengikuti untuk membayar tagihan yang terakhir saja sebelum terkena denda. Pantesan saja saya curiga 6 tahun ngga bayar kok cuma segitu 😀 Saya seharusnya melihat dahulu itu  harga total atau pertahun sebelum membayar 😀 Kata CS “kenapa bayarnya ngga pake tagihan tahun-tahun sebelumnya saja seperti membayar listrik” Saya tidak tahu kalau sistemnya sama seperti membayar listrik dan telepon. Maklum ngga pernah mengurus beginian 😀  Ini adalah pengetahuan dan pengalaman baru saya mengurusi pembayaran.

-oOo-

Kejadian kedua berasal dari lelucon nenek “hanya 40 ribu doang”. Waktu itu nenek diajak menginap ke tempat singgah keponakannya yang akan dijadikan pondok pesantren di daerah Cihampea Bogor. Keponakannya itu ingin menyenangkan encang-encangnya yang masih hidup. Kata nenek disana enak; pohon-pohonnya banyak  menghasilkan buah kualitas bagus (perkawinan silang) seperti jambu monyet jumbo, durian, jambu biji yang sedikit dan lain-lain; dan sangat dilayani sekali.

Saat pulang nenek dan encang-encang yang lain diajak ke tajur untuk belanja disana. Berawal dari tajur ini, nenek membawa pulang tas yang dibelinya disana. Kami bertanya “berapa harga tasnya nek?” , dengan isengnya nenek menjawab “hanya 40 ribu doang”. Serentak kami kaget mana ada di tajur yang harganya segitu, minimal juga 250 ribuan ke atas. Sambil tertawa nenek menjelaskan kalau dia dibekali uang jajan sebanyak 300 ribu oleh keponakannya untuk belanja disana. Jadi jika ditanya, tas itu dibeli nenek hanya seharga 40 ribu 😀 *nenek … nenek … ada-ada aja* 😀

13 Komentar »

Simulasi Kebakaran

Kamis kemarin saya agak telat datang ke kantor kira-kira jam setengah sepuluh baru sampai karena ada urusan motor yang belum kelar dengan bengkel. Sudah siang begitu biasanya mendapatkan parkir di jembatan, di dalam sudah pasti penuh dan bejubel. Lumayan juga jalan dari parkiran ke pintu gerbang, harus melewati proyek gedung baru yang seperti menara kembar petronas.

Sesampainya di depan pintu gerbang saya kaget melihat ada orang-orang area kantor pusat Jakarta kumpul di lapangan, tumben-tumbenan juga mereka ada di luar, “Wah gawat nih kalau ada laporan sampai ke pusat” dalam hati bicara. Dengan gaya sok santainya saya masuk menyapa mereka dengan rasa khawatir sebenarnya 😀

Di lobby saya melihat orang ramai sekali menunggu dan berlalu lalang tidak seperti hari-hari lainnya. “Ada apa sih hari ini?” secara kemarinnya saya cuti jadi tidak tahu ada berita apa. Sesampainya di ruangan, dalam keadaan yang masih gerah dan panas dengan udara dan jalan dari luar saya tanya ke teman “ada acara apa lagi kok ada orang area?”  tidak lama berselang terdengar suara sirine dan ribut di lobby. Saya tanya ke teman “memang ada apa? kok ada yang kocar kacir ada juga yang santai saja”.  “Mau ada simulasi kebakaran” ucap teman saya. Niatnya sih kita mau di dalam ruangan saja tapi ada bu Security yang menyuruh kami semua keluar dari gedung.

Di lobby saya melihat ada orang yang santai saja berjalan, ada yang lari-lari, dan ada juga yang merekam video. Lalu kami berhamburan kumpul di lapangan sesuai dengan lantai tempat kerja kita. Karena panasnya udara, saya dan teman mengambil posisi yang tidak terlalu panas jadi pisah deh dari teman-teman yang lain 😀 . Eh ternyata disana ada kepala koordinator Jakarta divisi kami.

Di lapangan kami lihat ke atas gedung, disana ada asap dan semprotan air yang keluar. Di bawah, petugas pada sibuk mengevakuasi karyawan yang masih terjebak di dalam dan sebuah ambulance dengan petugasnya yang sedang beraksi. Dan itu semua hanyalah simulasi dimana hanya sebagian orang saja yang tahu karena bocor informasi dan divisi saya termasuk orang yang sudah tahu karena kami team medisnya.

Simulasi kebakaran ini belum terlalu berhasil dan tidak sesuai dengan skenario karena sudah ada kebocoran informasi.

6 Komentar »

Hikmah di Balik Sebuah Kegagalan

Tulisan gambar di atas mengingatkan saya dengan kejadian-kejadian yang pernah dialami. Saya mempunyai harapan dan impian yang selalu dituliskan dalam sebuah buku. Entahlah harapan dan impian tersebut tercapai atau tidak yang penting saya sudah mencoba, berusaha dan berdo’a. Semua saya serahkan kembali ke Allah yang akan menentukan karena dia yang memegang penghapus tulisan itu.

Tanggal 4 Oktober kemarin saatnya pengumuman kelulusan administrasi seleksi CPNS di Kementerian Kesehatan. Beberapa waktu yang lalu saya mendaftarkan diri ke Kementerian Kesehatan untuk penempatan di RS pemerintah yang baru buka bulan April yang lalu. Saya pikir formasi disana cukup lumayan banyak.

Saat saya buka website pengumumannya, ternyata administrasi saya tidak lulus. “kok bisa ya padahal persyaratannya sama seperti tahun lalu dan tahun lalu lulus administrasinya”. Tapi mungkin memang belum rezeki saya 🙂 bisa saya coba kembali tahun depan. Mungkin juga di balik semua ini ada rezeki saya yang lain dan yang lebih baik dari Allah seperti kegagalan-kegagalan saya di waktu yang lalu.

-oOo-

Beberapa tahun lalu saya sering mencoba-coba pindah tempat kerja tapi selalu gagal di test wawancara. Setelah 4 tahun saya bekerja di tempat yang kedua dan entah sudah berapa tempat yang saya lamar, Alhamdulillah di tempat terakhir lulus. Tempat ini adalah tempat saya bekerja saat ini. Alhamdulillah akhirnya saya dapat membayar uang kuliah sendiri.

-oOo-

Saat kelulusan SMA orang-orang pada sibuk mencari tempat kuliah, tapi saya malah memilih bekerja. Ingin sih kuliah tapi kasih napas dulu deh buat orang tua. Suatu impian untuk kuliah pun tertunda. Setelah beberapa bulan saya bekerja Ayah dipanggil Allah, dan dia menginginkan saya melanjutkan kuliah. Menjelang tahun pelajaran baru saya sibuk mencari tempat kuliah mulai dari SPMB sampai test lokal. Sayang tidak lulus SPMB. Lalu ada 2 pilihan lagi, mengikuti test lokal di sebuah universitas negeri di daerah Ciputat  dan hasilnya nihil juga. Akhirnya saya memutuskan pilihan ke-2 yaitu kuliah kelas karyawan yang hanya masuk Sabtu Minggu. Sehingga setiap sabtu saya meliburkan diri dari pekerjaan dan mengganti di hari lain.

 5 semester berlalu, Alhamdulillah saya diterima bekerja di tempat saya bekerja sekarang dimana di hari Sabtu Minggu libur sehingga saya tidak perlu bekerja mengganti di hari lain.

-oOo-

Semoga ketidaklulusan administrasi ini ada hikmah dibaliknya seperti kejadian sebelumnya. 🙂

Kita merencanakan dan Allah yang menghapus rencana lalu menggantikannya dengan yang lebih baik.

12 Komentar »

Anniversary dan Batik

 

solo-batik-story-1

Tanggal 2 Oktober kemarin ada 2 kejadian yang akan selalu berulang di tiap tahunnya. Kejadian yang satu mungkin hanya terjadi pada diri sendiri, dan kejadian yang kedua terjadi untuk nasional

Kejadian pertama yang hanya terjadi pada diri sendiri terjadi saat saya membuka blog ini. Bagian notification di sebelah kanan atas menyala. Sebenarnya sih sama saja dengan hari-hari sebelumnya saat saya mendapatkan pesan dari teman-teman blog. Terdapat pesan ucapan “Happy Anniversary” dari admin wordpress. Tidak terasa sudah 1 tahun saya bermain dengan blog ini. Sebenarnya saya juga lupa tanggal berapa bergabung dengan wordpress ini. 😀

Dalam blog ini saya merasa masih berantakan dalam mendeskripsikan dan menulis, tulisan yang saya buat juga mungkin masih belum bermutu. 😀  Ingin sekali menulis tentang ilmu di bidang yang saya pernah pelajari, tapi mungkin bertahap. 🙂

Kejadian kedua yang terjadi untuk nasional yaitu Hari Batik Nasional yang sudah berjalan 5 tahun. Batik ini dikukuhkan menjadi Hari Batik Nasional karena Indonesia mempunyai ciri khas asli yang turun menurun akan kerajinan batiknya dan agar batik ini diakui oleh negara-negara lain bahwa batik adalah kekayaan asli Indonesia yang beberapa waktu lalu pernah diklaim oleh negara tetangga.

Di setiap daerah batik mempunyai ciri khas masing terlihat dari motif sehingga dinamai sesuai dengan nama daerah seperti batik Pekalongan, batik mega mendung, batik Solo, batik Yogyakarta, batik Cirebon, dan lain-lain.

Cara pembuatannya juga bermacam-macam, ada yang dengan asli tulis menggunakan malam (batik tulis) harganya lumayan agak mahal dari batik dengan cara pembuatan yang lain, dengan cara cap, dan cara sablon. Menurut teman saya yang asli  Pekalongan untuk membedakan cara cap dan sablon adalah dengan melihat bagian dalamnya jika tidak tembus sampai ke dalam berarti batik tersebut dengan cara cap, tetapi jika tembus ke dalam berarti batik tersebut dengan cara sablon.

Waktu SD dan SMP saya sudah menggunakan batik sebagai seragam sekolah, tetapi saat SMA sudah tidak menggunakan batik lagi. Sejak saat itu juga saya berpikir pakai batik itu jadi terlihat seperti orang tua. Tetapi zaman sekarang sudah maju, banyak model dan motif yang dibuat lebih modern sehingga membuat anak muda seperti saya suka menggunakan batik. 😀 Bahkan ada juga batik couple cocok untuk yang sudah berpasangan.

Sudah lama tidak menggunakan batik, akhirnya saat sudah bekerja setiap Jum’at diwajibkan menggunakan batik. “kena deh hunting-hunting batik dengan model dan motif sesuai dengan umur”. Lama kelamaan bingung juga mencari batik untuk bekerja. Tapi di tahun ini alhamdulillah saya mendapatkan seragam dengan motif batik. Batik tersebut dibagikan untuk digunakan dari hari Senin sampai dengan Kamis dengan motif yang berbeda-beda. “Wow dasar motif batiknya kebanyakan berwarna merah, mungkin sesuai dengan warna simbol perusahaan dan nama gedung “Merah Putih” ” 😀

Selamat Hari Batik Nasional … maaf telat nge post … 😀

11 Komentar »

Pelaminan dan Cidaha

2 Minggu sebelum hari H, ku menemukan sebuah kertas yang berisi nama 1 pasangan beserta keluarga besar. Di bagian luar kertas tersebut terdapat namaku. Kubuka kertas tersebut dan kulihat ada sebuah nama yang kukenal. “Iya kukenal nama ini dan nama orang tuanya” dalam hatiku berbicara. Dia adalah orang yang kusuka dalam hati tanpa dia tahu dari zaman SMP dan mungkin sampai sekarang.

Aku tahu maksud dari pengumpatan sebuah kertas ini, mungkin keluarga tidak ingin aku murung kembali. Tapi cepat atau lambat semua akan ketahuan dan tahu lebih awal itu lebih baik. Kucoba menyebar senyum kepada mereka, jangan sampai ada yang tahu kalau dalam hati ini rapuh. Aku hanyalah manusia biasa yang mempunyai rasa cinta antar jenis.

P15U

Setiap hari aku melewati rumahnya yang jarak hanya beberapa meter dari rumahku. Kali ini ada yang berbeda, ada beberapa besi dan kain panjang yang terpasang menghiasi  depan rumah tersebut. Kulihat sebuah hiasan pelaminan yang indah yang berada di dalamnya.

-oOo-

Hari itu tiba juga, pagi-pagi kudengar suara lantunan musik yang berisi do’a, kulihat juga tante mendatangi tempat itu dengan membawa tas yang berisi alat make up. “Ahhh ternyata hari ini adalah resepsinya” ucapku dalam hati. Ku isi hari ini dengan banyak kegiatan agar tidak mengingatnya.

Malam pun tiba, kuhadiri resepsinya dengan memasang muka yang mengartikan ikut berbahagia. Kuucapkan selamat kepada orang tuanya, terucap dari mulut ibunya ke ibuku “Oh ini yang teman seangkatannya”. Lalu dia menjawab “Iya bu ini teman seangkatanku”. Dan aku hanya bisa menjawab dengan senyum. Lalu kuucapkan selamat kepadanya dan istri “‘semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah”. “Terima kasih sudah bisa datang kesini” Ucapnya kepadaku. Ini adalah pertama kalinya aku berkomunikasi dan mendengar suaranya.

Kududuk sambil menikmati hidangan yang terdapat di depan mata. Di pelaminan itu kulihat kemesraan mereka dan kucoba membendung air agar tidak terjatuh di pipi. Di dalam hati aku berkata “sepertinya kali ini aku salah pilih tempat duduk”. Di dalam hati yang lain berkata “Sudahlah jangan dilihat lagi daripada hatimu tambah sakit”. Akhirnya aku putuskan untuk segera pulang.

Perang batinku dimulai “apa ini hanya mimpi? Ayolah bangun dari mimpi.”

Nasib suka dalam hati tanpa dia tahu … “Ungu n Kahitna dong” 😀

Kalau kalian mengalami seperti cerita di atas, gimana cerita kalian ??? 🙂

 

12 Komentar »

Explore Pulau Tidung

Pulau again … pantai again … 😀

Beberapa minggu lalu di kantor mengadakan family gathering ke pulau Tidung. Kami berkumpul langsung di TKP (Pantai Marina) dermaga 6, tempat speed boat membawa kami ke pulau tidung. Niat hati ingin naik speed boat duduk di atas menikmati angin laut dan pemandangan secara puas tapi ternyata bangku yang di atas tidak boleh di isi penuh. Dengan sangat terpaksa saya duduk di dalam. Saya sangat kesulitan melihat pemandangan di luar  karena design dari kapal yang menaruh kaca tidak sejajar dengan saya duduk, sehingga harus berdiri dahulu untuk melihat ke luar.

Di perjalanan saya melihat ke kaca, cipratan ombak air lautnya mengenai kaca yang lumayan tinggi, angin laut yang terdengar sampai ke dalam kapal. Di tengah perjalanan kapal kami berhenti. Ternyata nakhoda ingin penumpang menikmati pemandangan gedung Marina Bay ala Indonesia *kalau ada di dalam gimana mau melihat pemandangannya* 😦  Kami menempuh perjalanan laut kurang lebih 1 jam an  untuk sampai di pulau tidung.

Sesampainya di dermaga Tidung kami melihat ada angkutan bemtor (becak motor) yang mengantarkan para pengunjung ke tempat penginapan, tapi sayang kami tidak menggunakan angkutan ini, karena kami pikir dekat hanya 100 meter. Oh iya di depan dermaga juga ada Puskesmas Kepulauan Seribu yang terlihat bagus dan terawat.

Pulau tidung adalah salah satu pulau di kepulauan seribu. Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang.

Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh penduduk setempat ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat.

google

Berbicara transportasi disana hanya ada bemtor, motor dan sepeda. Tidak ada mobil karena jalanan disana hanya muat 2 motor dan luas rumah warga rata tidak ada yang bertingkat. Di setiap rumah penginapan juga disediakan sepeda untuk keliling. Bersihkan udaranya 🙂

Sesampainya di penginapan kami langsung disuguhkan minuman es kelapa yang segar pas dengan udaranya saat itu  dan makan siang. Selesai maksi kami langsung bersiap-siap snorkling. *terik2 main ke laut* 😀 Ternyata jarak antara kapal yang membawa kita ke spot snorkling tidak jauh dari penginapan. Gimana ngga jauh kita jalan ke depan, belakang, kanan dan kiri sudah terlihat lautnya 🙂

Ini adalah pertama kalinya saya ikut turun snorkling setelah setiap kali jalan2 ke laut saya melewatinya, takut *jalan2 sih gaya sering ke laut tapi belum bisa berenang juga* 😀

Setelah snorkling, kami di ajak hunting sunset di Tanjung Barat Tidung. Perjalanan menggunakan sepeda melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan melewati fasilitas umum seperti warung, kantor polisi, dan sekolah. Disana hanya ada 2 sekolah yang kondisinya lebih baik daripada sekolah negri Jakarta. Perjalanan menggunakan sepeda dijalan berpasir itu sungguh menantang dan sedikit sulit. Awal naik sepeda itu lumayan ribet dan pantat sakit *joknya keras bo, jangan lupa bawa bantal duduk ye* 😀 , ingat ingin nge gas juga nih tangan *kebiasaan bawa motor* 😀 .

Pemandangan sunsetnya bagus, tapi sayang kami tidak sampai matahari benar2 terbenam karena jalanan pulangnya yang melalui ilalang2 dan hanya cahaya bulan yang menerangi.

Malam harinya kami menikmati indahnya malam di pinggir pantai sambil barbeque dan ngegames untuk saling mengenal team kerja dari tempat lain. Di acara ini juga ada door prizenya loh, saya mendapatkan jam dinding dan mukenah *tahu aja nih hadiah kalau suka ngaret janjian*:D

Keesokan paginya kami hunting sunrise di Jembatan Cinta (Tanjung Timur), masih menggunakan sepeda. Kali ini pemandangannya melewati ilalang dan penjualan ole-ole.  Pemandangan di Jembatan Cintanya indah banget. Lautnya biru dan bersih banget sampai terlihat terumbu karangnya, biota alam yang lainnya juga terlihat seperti ikan, kepiting, keong, kerang bahkan binatang seperti ular yang menyerupai karang. Disana saya juga lihat ada alat penyimpan sinar matahari untuk energi lampu di malam hari.

Jembatan Cinta adalah jembatan penghubung tidung besar dan tidung kecil yang tidak berpenghuni. Di awal jembatan ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak yang loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain di pantai biru tanpa ombak. Di penghujung jembatan, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.

Disana terdapat permainan air seperti banana boat. Kali ini saya mencoba sensasinya, karena bisa request tanpa di jatuhin di tengah laut 😀 *ngga bisa berenang n sudah mandi bo*

Setelah puas bermain dan mengabadikan diri , saya balik ke penginapan. Sepanjang perjalanan saya tidak lupa melirik kanan kiri dan akhirnya mampir membeli ole-ole khas Tidung yaitu kerupuk ikan, manisan dan dodol rumput laut.

Satu kata yang bisa terucap Subhanallah … jaga dan peliharalah keindahan terumbu karang dan  mangrove ya kawan … 🙂

 

10 Komentar »

Panorama Pulau Tidung

17 Komentar »

%d blogger menyukai ini: